Memeriahkan Hut HGN 76, SD Inpres Rato, Gelar Lomba Puisi
Cari Berita

Advertisement

Memeriahkan Hut HGN 76, SD Inpres Rato, Gelar Lomba Puisi

Rabu, 24 November 2021


Bima. Portalntb.net--- Meski sedang dilanda pandemi, kreativitas tak boleh mati.


Itulah yang membuat SD Inpres Rato Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima,  tak kehilangan ide untuk turut memeriahkan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia yang ke-76. 


"Lomba puisi antar siswa tingkat SD Inpres Rato ini di gelar untuk memeriahkan HGN ke 76 dengan tujuan untuk menghidupkan semangat para Guru- guru  sekaligus untuk meningkatkan motifasi para siswa yang ada di SD Inpres Rato ini"   kata Ridwan S.Pd selaku Kepala Sekolah SD terkait. 



Pelaksanaan kegiatan singkat itu,  dilakukan di halaman sekolah SD terkait dengan melibatkan seluruh peserta didik maupun para dewan guru. 



Berikut Salah satu judul Puisi yang sempat di bacakan oleh para siswa SD untuk sang pencerah


Demi Kemajuan Anak Bangsa 


Wahai sang pencerah Kau datang dari kejauhan untuk melangkah kaki kau ayunkan Demi mencerdaskan anak bangsa. Wahai sang pencerah, kau hanya bisa memandangi kami ketika kami berbuat salah Dengan bijak, perlahan-lahan suaramu sayup-sayup terdengar ditelinga kami Mau neasehati kami dengan kata-katamu yang halus dan bijak Wahai sang pencerah, hidupmu jauh dari kata sejahtera Rumahmu beralaskan tanah Atapmu beratapkan langit Dindingnya berdindingkan bambu Tapi engkau tak menghiraukan semua itu Yang kau pikirkan Bagaimana mencerdaskan anak bangsa Hidup kami hampa, tanpa ilmu pengetahuan yang kau berikan Hidup kami tandus, tanpa kata-katamu yang halus dan bijak Pilihan kami kosong, tanpa ide-idemu yang cemerlang Kami tak punya pegangan dalam hidup Kaulah yang memberikan arah tujuan dalam hidup Kau selalu mengajari kami tentang kebaikan Dengan kata-katamu yang bijak, engkau mengubah hidup kami Dari yang bodoh, tidak bisa baca tulis, hingga menjadi orang yang cerdas Napasmu selalu kau hembuskan ke ubun-ubun kami Sehingga kami termotivasi dalam belajar Kami sukses dalam berprestasi, engkau terlupakan Kami menjadi orang yang kaya raya, engkau terlupakan Kami menjadi pemimpin bangsa, engkau terlupakan Kami menjadi orang yang terkenal, engkau terlupakan Wahai sang pencerah, dikala napasmu, napas terakhir Sang malaikat mau tersenyum merenggut nyawamu Dunia akan menangisi kepergianmu Engkau ikhlaskan semua itu Engkau tak pernah berharap balasan Tentang apa yang telah kau perbuat Engkau adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa Napasmu, napas sang pencerah Yang selalu menerangi renung hati kami, untuk selama-lamanya. (A)